Karya Siswa

Siswa SMP Muh 1 Simpon Sit In di SMA Muh PK Kottabarat

Jumat, 24 Januari 2020 sejumlah 34 siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta (Simpon) berkunjung ke SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Kunjungan ini dalam rangka program sekolah dalam upaya memperkenalkan iklim SMA dan mempersiapkan sejak awal siswa SMP memasuki SMA. Sukidi,M.Pd selaku kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta mengatakan bahwa sinergi antara SMP dan SMA perlu dibangun. Siswa diperkenalkan sejak dini kegiatan-kegiatan pembelajaran di SMA akan lebih bagus, Ujar beliau. Dalam kunjungan ini, siswa mendapatkan pembekalan dan motivasi dari guru BK SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Nova Nur Wahida. Dalam paparannya, Nova menjelaskan bahwa penguatan karakter remaja penting untuk diperkuat. Siswa remaja jangan sampai terbawa arus pergaulan yang tidak baik. Untuk mengatasi hal tersebut, control diri yang kuat dari seorang remaja diperlukan. Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta,Hendro Susilo menyambut positif program sinergi SMP dan SMA ini. Hendro berharap sinergi ini mampu menjadi energi positif untuk pengembangan lembaga baik di SMP maupun di SMA.

Siswa SMP Muh 1 Simpon Sit In di SMA Muh PK Kottabarat Read More »

Perjalanan Menapaki Sit in University

Sabtu (18/01), siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengawali pagi dengan kegiatan shalat dhuha seperti biasanya. Berbeda dengan hari Sabtu yang biasanya diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler, Sabtu ini, anak-anak mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk mendapat ilmu dari sebuah komunitas, MJM (Mumpung Jadi Mahasiswa) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. MJM, sebuah komunitas yang dengan setulus hati mengabdikan segala kemampuan mereka untuk mengabdi kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, perwakilan komunitas yang menjadi fasilitator antara lain adalah Mas Asva dan Mas Rama. Pendampingan ini diawali dengan beberapa game menarik terkait dengan ‘pengambilan’ fokus peserta. Salah satu caranya adalah dengan permainan jari tangan. Terlihat antusiasme para peserta dalam mengikuti arahan dari fasilitator. Setelah mendapatkan fokus para siswa, acara inti dari MJM pun segera dimulai, yaitu tepat pada pukul 09.00 WIB. Inti acara tersebut terdapat beberapa bagian. Awalnya, siswa/I diminta untuk membentuk barisan berbentuk huruf U kemudian dibagikan selembar kertas. Kertas tersebut digunakan untuk menjawab segala pertanyaan yang diberikan oleh pemateri, Mas Rama. Serangkaian pertanyaan ditutup dengan penjelasan dari Mas Rama terkait dengan beberapa aspek yang akan dibahas dalam materi. Selain itu, para siswa diajak untuk bermain game, yaitu membuat sebuah yel-yel bersama kelompok kecil serta kelompok besar. Menurut Mas Rama, rangkaian game yang telah dimainkan oleh para peserta memiliki nilai penting, antara lain adalah kekompakan,  kedisiplinan, kepercaya dirian, dan sebagainya. Hal tersebut kiranya sejalan dengan rangkaian program kelas XI yang akan dijalani, yaitu Sit in University. Berbagai modal tersebut diharapkan dapat membantu para siswa dalam menapaki jenjang program selanjutnya.

Perjalanan Menapaki Sit in University Read More »

Kampung Inggris di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta

Pentingnya kemampuan berbahasa Inggris secara aktif mendorong SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mencetuskan suatu program yang baru di tahun pelajaran 2019/2020. Terinspirari dari pembelajaran kampung Inggris yang ada di Pare, sekolah ingin membawa suasana pembelajaran tersebut di dalam lingkup kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Seperti yang diketahui bahwa di dalam pembelajaran bahasa, ada 4 skills yang harus selalu diasah dan dipertajam dengan cara berlatih, yakni listening, speaking, reading, writing. Kami berupaya untuk meningkatkan skill speaking di dalam kegiatan ini. Dengan berlatih secara rutin, peserta didik diharapkan terbiasa dan nantinya mampu untuk berbicara bahasa Inggris selama kegiatan berlangsung. Belajar bahasa Inggris pun menjadi aktif dan tidak pasif hanya belajar teks dan grammar saja.”  Kata Renaldo Gaspie, selaku pengampu mapel bahasa Inggris. Kegiatan yang rutin dilaksanakan di hari Selasa ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam kemampuan berbasa Inggris secara lisan. Dengan tema menarik dan berbeda di setiap minggunya peserta didik diharapkan mampu mengenal beberapa ekspresi yang riil digunakan di percakapan sehari-hari oleh native speaker. Peserta didik kemudian dipecah menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompoknya terdiri dari 8 sampai 10 peserta didik yang diisi gabungan antara kelas Mipa dan IPS. Kemudian setiap kelompoknya akan mendapat bimbingan instruktur yang diambil dari mahasasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta. Di pertemuan Selasa, tanggal 21 Januari 2020, peserta didik diajarkan bagaimana menyatakan ekspresi gratitude atau ucapan terimakasih dan bagaimana cara menjawab apabila ada seseorang yang mengucapkannya. Kemudian mereka diminta untuk melakukan role play dengan berpasangan malalui dialog yang wajib mengandung ekspresi gratitude. Tidak hanya diajarkan bagaimana mengucapkan dan menjawab ekspresi gratitude, mereka juga dikenalkan tentang cultural awareness atau kebiasaan kultur bagaimana native speaker menggunakan ekspresi ini dalam percakapan sehari-hari. Melalui kegiatan ini juga diharapkan agar peserta didik mampu meningkatkan kemampuan public speaking dan kepercayaan diri, dikarenakan mereka diarahkan untuk berbicara di depan peserta didik lainnya dengan metode menyenangkan yakni telling stories dan role-play.

Kampung Inggris di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta Read More »

Motivasi Siswa, SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Jagongan Kampus

SURAKARTA,  SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Surakarta kedatangan dua tamu hebat dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), yaitu Ziyad Yusuf Khusaini serta Andi Kurniawan. Keduanya adalah mahasiswa jurusan Teknik Sipil dan jurusan Komunikasi. Dalam agenda “Jagongan Kampus” yang ke-4 yang digelar Jumat (11/10), mereka berkesempatan untuk berbagi cerita serta motivasi perihal dunia perkuliahan. Ziyad dalam penjelasan singkatnya menguraikan sedikit tentang jurusan teknik sipil. Ia menyatakan bahwa teknik sipil memiliki cakupan kerja yang cukup luas, antara lain terlibat dalam pembangunan jalan raya, kereta api, bendungan air, tanah, desain lampu lalu lintas, dan sebagainya. Selebihnya, ia berpesan kepada para siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat perihal mimpi. “Apabila seseorang bermimpi, maka mimpi itu harus didetailkan agar kita lebih terarah,” jelas Ziyad. Imam Masjid Nurul Huda UNS tersebut juga mengungkapkan bahwa ketika seseorang mempunyai keinginan yang tidak tercapai, maka ada sesuatu yang lebih baik nantinya. Dalam kesempatan yang sama, Andi Kurniawan, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UNS yang merupakan penyiar Solo Radio dan Fiesta Radio tersebut juga menguraikan beberapa pengalamannya ketika menjadi mahasiswa. Menurutnya, jurusan Komunikasi merupakan salah satu jurusan yang cukup fleksibel karena di dalamnya memuat berbagai ilmu dasar. “Jadi, siswa lulusan IPA dan IPS masih memiliki kesempatan besar untuk dapat masuk ke jurusan tersebut,” katanya. Berdasarkan pengalamannya, ia menyatakan bahwa jurusan Komunikasi merupakan jurusan yang penuh tantangan karena dalam berbagai aspek selalu mengedepankan komunikasi dengan masyarakat luas. Kedua pembicara menutup agenda siang dengan sebuah quotes: “Ubah insecure menjadi syukur (Andi K.) dan bermimpi, belajar, dan berdoa (Ziyad)”.

Motivasi Siswa, SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Jagongan Kampus Read More »

Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ciptakan Inovasi Pangan Sehat, Juarai Ajang Krenova 2019 Surakarta

Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Juarai Ajang Krenova 2019 Surakarta. Siapa yang menyangka, biji jali yang biasa kita kenal sebagai bahan pembuatan aksesoris ternyata bisa diolah menjadi bahan pangan yang bergizi tinggi. Reyhan Aryo Elka Putra, salah satu anggota yang tergabung dalam ekskul KIR SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Surakarta, berhasil mengubah biji jali menjadi sumber pangan yang kaya akan gizi. Ia mengolah biji jali menjadi Liwet Jali Rempah. Hal ini berawal dari keprihatinan Reyhan tentang sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih mengandalkan beras sebagai bahan pokok pangan. Padahal, jaman dulu biji jali pernah menjadi salah satu sumber alternatif pangan. Namun, kini biji jali hanya tinggal kenangan. Pasalnya, orang zaman sekarang nyaris tidak mengenal bahkan tidak lagi mengonsumsi biji-bijian berwarna putih tersebut. Padahal, manfaat Biji Jali jika dikonsumsi sangatlah bagus. Pasalnya, biji Jali mempunyai kandungan gizi yang sangat bagus untuk tubuh, mulai dari melancarkan buang air besar hingga jadi obat tradisional kanker. “Biji Jali ini sangat bagus apabila dikonsumsi bagi penderita diabetes karena dapat mengontrol gula darah, di China, Jali disebut sebagai China Pearl White dan biasa dipakai sebagai obat tradisional untuk kanker,” ujar Reyhan Selain itu, Biji Jali mengandung prebiotik, beta-sitosterol yang bagus untuk mengendalikan kolesterol gula darah tubuh. “Saya mengolah Biji Jali menjadi olahan semacam nasi liwet untuk memperkenalkan jali ke masyarakat, ada sumber karbohidrat pengganti nasi yang tentunya kandungan gizinya lebih baik,” ujarnya. Ia berharap, melalui Jali Liwet Rempah ini nantinya akan dikembangkan lagi. “Tentunya dapat berguna bagi masyarakat luas,” katanya. Inovasi biji jali ini mengantarkan Reyhan memenangkan lomba kreativitas dan inovasi dalam ajang Krenova kategori Pelajar 2019.

Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ciptakan Inovasi Pangan Sehat, Juarai Ajang Krenova 2019 Surakarta Read More »