Kenalkan Dunia Kampus, Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Berkunjung ke Universitas Brawijaya
SMA Muhammadiyah PK Kottabarat mengadakan kegiatan Kunjungan Kampus ke Universitas Brawijaya (UB) Malang
SMA Muhammadiyah PK Kottabarat mengadakan kegiatan Kunjungan Kampus ke Universitas Brawijaya (UB) Malang
Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar SEMANTRA di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Kamis (27/10/2022). SEMANTRA merupakan singkatan dari Semarak Bahasa dan Sastra. SEMANTRA digelar dalam rangka menyemarakkan bulan bahasa yang diperingati setiap bulan Oktober. SEMANTRA menjadi ajang siswa mengasah talenta di bidang seni dan sastra.
ACARA PUNCAK MEMPERINGATI BULAN BAHASA,SMA MUHAMMADIYAH PK KOTTABARAT GELAR PENTAS SENI Read More »
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar kegiatan bedah buku di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Jumat (28/10/2022).
Bedah buku tersebut digelar dalam rangka meramaikan kegiatan literasi yang menjadi program kelas XI. Bedah buku bertujuan untuk mendorong minat baca siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta.
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengadakan kegiatan Kunjungan Kampus ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa, (25/10/2022).
Kunjungan tersebut diikuti oleh 85 siswa dan 6 guru pendamping. Kunjungan bertujuan untuk memperkenalkan siswa tentang kampus yang diidolakan. Agar siswa bisa melihat lebih dekat dan memperoleh informasi yang berkaitan dengan aktivitas civitas akademika dan melihat secara langsung sarana perkuliahan.
SMA MUHAMMADIYAH PK – Pekan lalu, Jum’at (7/10/22) Siswa kelas 11 melakukan kegiatan diskusi bersama dua orang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mahasiswa hadir untuk melakukan sharing terkait seluk-beluk perkuliahan di kedua program studi, yaitu kedokteran dan hukum. Mereka adalah Ikhwansyah Widyakangka Pramudyatama (mahasiswa kedokteran UMS) dan Muhammad Farhan Ramadhan (mahasiswa fakultas hukum UMS). Sebagai informasi, program “Jagongan Kampus” ini program yang dirancang oleh tim kelas 11 sebagai wahana untuk mengenal lebih dekat dan memahami seluk beluk perkuliahan di sebuah program studi. Dimulai dari persiapan tes seleksi masuk, saat seleksi,dan saat menjalani perkuliahan di program studi tersebut. Jagongan Kampus di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Karakteristik pembelajaran dan metode belajar di kampus diungkap oleh kedua narasumber dengan tujuan memberikan gambaran utuh proses perkuliahan. Harapannya siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat bisa mempersiapkan sejak awal bagi yang ingin berkuliah di prodi kedokteran dan prodi hukum. Sementara itu, Khotimah Nurul Aini, guru tim kelas 11 mengatakan bahwa program “Jagongan Kampus” ini akan terus dilaksanakan dan akan mengundang mahasiswa dari program studi lain yang disesuaikan dengan minat siswa tentunya. “Tujuannya untuk memfasilitasi siswa agar lebih menghayati dan percaya diri dalam menghadapi perkuliahan kelak. Kepercayaan diri akan terpupuk manakala para siswa mengetahui dengan baik karakteristik perkuliahan di program studi (prodi) yang dituju,” ungkapnya.
JAGONGAN KAMPUS “PROGRAM PENGENALAN KULIAH SISWA SISWI SMA MUH PK KOTTABARAT” Read More »
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menampilkan hasil karya siswa di stand. Hasil yang ditampilkan berupa projek pengamatan, buku karya siswa, dan potret keragaman serta kebhinekaan kota Solo menghiasi stand milik sekolah ini
SMA MUHAMMADIYAH PK KOTTABARAT SURAKARTA TAMPILKAN KARYA SISWA DI KREASSO 2022 Read More »
SMAMUHPK-Berbagai cara kreatif dilakukan SMA Muhammadiyah PK Surakarta dalam merangsang minat baca siswa di lingkungannya. Salah satunya dengan melakukan kegiatan bedah buku, kali ini mengambil judul buku From Pinggir Kali to Gedongan. Kegiatan bedah buku ini menghadirkan pembicara dari kalangan siswa yaitu Zahira Mentari Supriyono siswi kelas XI MIPA 2 berkolaborasi dengan guru, Khotimah Nurul Aini, Jumat (2/9) di Aula SMA Muhamamdiyah PK Surakarta. Kegiatan bedah buku ini merupakan agenda rutin siswa terutama siswa kelas XI. Kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat literasi dikalangan siswa SMA Muh PK. Hal tersebut berangkat dari fakta bahwa memang saat ini minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah, berdasarkan hasil riset yang dilakukan UNESCO. “Selain menumbuhkan minat baca siswa, bedah buku juga sekaligus sebagai wadah menginspirasi siswa dalam menulis cerpen maupun buku,” ungkap Khotimah Nurul Aini. Melalui wadah bedah buku ini, terdapat dua manfaat yang bisa diperoleh. Yakni selain bisa merangsang semangat literasi, juga sebagai referensi dan wadah siswa dalam mengembangkan kemampuan menulis.
BEDAH BUKU, AJANG TUMBUHKAN LITERASI ! Read More »
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) hari Jumat, 26 Agustus 2022 mengumumkan dan merilis pemeringkatan sekolah jenjang SMA/SMK berdasarkan rerata hasil nilai UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) 2022 di Indonesia. Rilis dari LTMPT ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait hasil dari seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2022 yang dilakukan oleh LTMPT. Berdasarkan informasi dari Direktur Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo bahwasannya pemeringkatan ini untuk memberikan gambaran kepada masyarakat yang akan menitipkan putra-putrinya untuk melanjutkan sekolah di tingkat SMA/SMK. Khusus di kota Surakarta, berdasarkan rilis resmi LTMPT diperoleh data dan informasi pemeringkatan hasil tertinggi adalah SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dengan rerata 584,555, disusul oleh SMAN 1 Surakarta (576,569), SMAS Regina Pacis Surakarta (567,427), SMAN 4 Surakarta (565,684) dan SMAN 5 Surakarta (564,420). Ketika dihubungi, Kepala SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Upik Mairina menyatakan rasa syukur dan bangga atas torehan prestasi yang diperoleh anak didiknya. Upik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, serta Bapak/Ibu wali siswa atas dorongan serta dukungan dalam proses pendidikan di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat. Semoga ini menjadi ladang kebaikan bagi semua dan menjadi motivasi untuk lebih baik lagi dalam hal prestasi, ujar Upik.
RILIS LTMPT, MENEMPATKAN SMA MUH PK KOTTABARAT PERINGKAT 1 KOTA SURAKARTA Read More »
Esai ini saya tulis karena ada hal yang membuat saya harus merefleksikan hasil diskusi dengan siswa. Ketika berdiskusi dengan siswa saat awal pembelajaran Kemuhammadiyahan tema kaderisasi, saya tanyakan langsung kepada siswa. “Siapa yang siap jadi kader IPM?” Ada yang menjawab siap dan tidak siap. Saya coba perdalam alasan yang tidak siap. Alasan yang diungkap adalah tidak bisa membagi waktu dalam organisasi. Sepintas dari cuplikan kisah di atas menggambarkan pemahaman kader dari sisi organisatoris. Bahwa umumnya siswa atau masyarakat masih melihat kader itu adalah pengurus di organisasi. Memang benar, kader merupakan jantung suatu organisasi. Kader juga berarti anggota inti yang menjadi bagian terpilih dalam lingkup dan lingkungan pimpinan serta mendampingi di sekalian kepemimpinan. Melihat fenomena di atas, saya jadi teringat perkataan (alm) Malik Fadjar. Bahwa memaknai kader jangan hanya dilihat dari sisi organisatoris. Kader juga bisa dilihat dari sisi ideologi, orang yang masih satu ideologi Muhammadiyah sebenarnya adalah kader Muhammadiyah juga. Ini menarik, karena seringkali saya menjumpai orang-orang yang di luar organisasi Muhammadiyah, namun dari sisi ideologi sejalan dengan ideologi Muhammadiyah. Berbicara terkait perkaderan tidak lepas dari membicarakan manusia. Manusia itu memiliki fungsi individu dan fungsi sosial. Manusia juga memiliki potensi. Perkaderan hakikatnya merupakan sebuah proses pendidikan (tarbiyah). Pendidikan perkaderan dalam Muhammadiyah diarahkan untuk mengembangkan seorang sebagai manusia yang berpotensi, berenergi positif, kreatif dan luar biasa sehingga tumbuh menjadi manusia yang mampu mengemban tugas kekhalifahan di muka bumi. Proses perkaderan yang dikembangkan, diharapkan menghasilkan perubahan perilaku dan tindakan. Perubahan tersebut diawali dari perubahan cara berpikir, ide, pencerdasan akal, dan pencerahan. Proses kaderisasi di Muhammadiyah dilaksanakan melalui beberapa jalur. Ada jalur keluarga, jalur amal usaha, jalur organisasi otonom, dan jalur program khusus seperti Majelis Pendidikan Kader (MPK). Jenis perkaderan setidaknya ada dua. Pertama, perkaderan utama dengan ciri standar kurikulum baku dan standar operasional yang telah ditentukan. Kedua, perkaderan fungsional. Di perkaderan fungsional tidak ditetapkan standar kurikulumnya secara baku dan sifatnya adalah sebagai pendukung perkaderan utama. Kader organisatoris yang ada di persyarikatan tentu jelas dan secara ideologi tidak bisa lepas. Namun, bagi orang yang di luar organisasi tetapi memiliki ideologi Muhammadiyah perlu juga “disapa” untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah yang lebih luas. Wadah organisasi tentu tidak bisa menampung semua orang-orang “ideologis” Muhammadiyah. Perlu sekiranya jembatan penghubung yang menghubungkan kader-kader “ideologis” di luar organisasi dengan Muhammadiyah. Ideologi Muhammadiyah merupakan sistem keyakinan, cita-cita, dan arah perjuangan yang memiliki tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Ideologi tersebut berisi Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), Kepribadian Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Khittah Perjuangan Muhammadiyah, serta keputusan-keputusan resmi Muhammadiyah yang akan membina kualitas iman takwa dan berpengaruh terhadap perilaku dan etos kerja. Kader Muhammadiyah merupakan bagian dari usaha membangun peradaban kemanusiaan. Hal ini perlu menjadi kesadaran sejak awal ketika bermuhammadiyah. Sehingga, kader Muhammadiyah bisa memberikan warna peradaban dengan warna Muhammadiyah yang memberikan pencerahan dan kemajuan masyarakat. Dengan demikian, sangat penting dan strategis memperkuat ideologis kader baik melalui proses perkaderan formal, informal maupun non formal untuk membangun ikatan batin kuat antara kader dengan Muhammadiyah. Kembali ke awal tulisan, ketika saya menjelaskan karakteristik gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid baik bersifat purifikasi maupun reformasi, kompak seluruh siswa menyetujui dan bersedia ambil bagian dalam gerakan tersebut sesuai bakat dan kemampuan masing-masing. Ini sebagai cerminan, bukankah berpaham Islam berkemajuan, cerdas berilmu, etos kerja tinggi, berjiwa Al-Ma’un bagian dari karakter utama orang Muhammadiyah? Berjam’iyah (berorganisasi) dan berjama’ah (berkomunitas) merupakan salah satu ciri khas orang Muhammadiyah. Segenap kader (pengurus organisasi) selain mengurus perkaderan formal yang berjenjang, ada baiknya menggalakkan komunitas untuk “merawat” kader-kader ideologis yang belum tergerak menjadi pengurus (struktural) organisasi dan atau karena memang untuk menjadi pengurus juga terbatas tempatnya. Sehingga, pengembangan perkaderan secara kultural melalui komunitas berdasarkan minat bakat penting juga dilakukan, terutama di jalur AUM sekolah menengah. Sekolah adalah salah satu bentuk dakwah kultural dari Muhammadiyah. Realitas yang saya tulis di awal wajar terjadi. Sekarang tinggal bagaimana kita “merawat” kader-kader ideologis yang berproses di sekolah Muhammadiyah agar memiliki ikatan batin kuat dan kedepannya mereka dengan sukarela dan aktif di Muhammadiyah. Gerakan perkaderan secara kultural bisa dilakukan dengan melibatkan para kader secara nonformal maupun informal dalam rangka penguatan ideologi untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah secara luas. Ditulis oleh Hendro Susilo Humas SMA Muh PK
Komunitas Sekolah, Sebagai Kaderisasi Muhammadiyah Read More »
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta meluncurkan komunitas riset yang dinamakan Social Experiment PK (SOXEKA). Peresmian dilakukan Hendro Susilo selaku Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Sekolah SMA Muhammadiyah PK, pada Selasa (23/8/2022). Hendro menyambut baik lahirnya komunitas riset siswa serta memberikan dukungan kepada siswa-siswi untuk mengembangkan kemampuan dalam hal riset. Komunitas Riset dibentuk dengan tujuan untuk melatih anak-anak agar dapat berpikir secara ilmiah, berpikir sistematis, analitis dan kritis,” ujar Hendro Dikatakan, pembentukan komunitas ini merupakan langkah baik bagi para siswa, karena bisa dijadikan wadah bagi siswa untuk berlatih berpikir kritis dan analitis, sekaligus sebagai wadah berdiskusi. Ia menekankan pentingnya riset dalam kehidupan manusia. Sebab, dengan adanya riset maka kehidupan dapat menjadi lebih maju serta lebih mudah. Riset mengajak kita untuk berpikir ilmiah, berpikir kritis, menemukan masalah dan menemukan solusi,” imbuh Hendro. Peresmian Komunitas Riset SMA Muhammadiyah PK juga dirangkai dengan kegiatan Seminar Penelitian untuk memberikan bekal wawasan kepada siswa-siswi mengenai penelitian atau iset. Seminar penelitian mengundang narasumber dari ahlinya, yaitu Panggio Restu Wilujeng, SSos, Msi, seorang dosen di Universitas Bangka Belitung. Dalam kesempatan itu, Panggio manyampaikan bahwa riset atau penelitian memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Menerapkan pola hidup riset adalah hidup dengan berpikir ilmiah. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh, seseorang dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan diri sendiri secara efektif. Selain itu, berpikir ilmiah dapat memanfaatkan ide serta pengalaman menjadi sebuah temuan yang juda dapat bermanfaat bagi orang lain. Ari Humas SMA Muh PK