berita

RILIS LTMPT, MENEMPATKAN SMA MUH PK KOTTABARAT PERINGKAT 1 KOTA SURAKARTA

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) hari Jumat, 26 Agustus 2022 mengumumkan dan merilis pemeringkatan sekolah jenjang SMA/SMK berdasarkan rerata hasil nilai UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) 2022 di Indonesia. Rilis dari LTMPT ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait hasil dari seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2022 yang dilakukan oleh LTMPT. Berdasarkan informasi dari Direktur Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo bahwasannya pemeringkatan ini untuk memberikan gambaran kepada masyarakat yang akan menitipkan putra-putrinya untuk melanjutkan sekolah di tingkat SMA/SMK. Khusus di kota Surakarta, berdasarkan rilis resmi LTMPT diperoleh data dan informasi pemeringkatan hasil tertinggi adalah SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dengan rerata 584,555, disusul oleh SMAN 1 Surakarta (576,569), SMAS Regina Pacis Surakarta (567,427), SMAN 4 Surakarta (565,684) dan SMAN 5 Surakarta (564,420). Ketika dihubungi, Kepala SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Upik Mairina menyatakan rasa syukur dan bangga atas torehan prestasi yang diperoleh anak didiknya. Upik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, serta Bapak/Ibu wali siswa atas dorongan serta dukungan dalam proses pendidikan di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat. Semoga ini menjadi ladang kebaikan bagi semua dan menjadi motivasi untuk lebih baik lagi dalam hal prestasi, ujar Upik.

RILIS LTMPT, MENEMPATKAN SMA MUH PK KOTTABARAT PERINGKAT 1 KOTA SURAKARTA Read More »

Komunitas Sekolah, Sebagai Kaderisasi Muhammadiyah

Esai ini saya tulis karena ada hal yang membuat saya harus merefleksikan hasil diskusi dengan siswa. Ketika berdiskusi dengan siswa saat awal pembelajaran Kemuhammadiyahan tema kaderisasi, saya tanyakan langsung kepada siswa. “Siapa yang siap jadi kader IPM?” Ada yang menjawab siap dan tidak siap. Saya coba perdalam alasan yang tidak siap. Alasan yang diungkap adalah tidak bisa membagi waktu dalam organisasi. Sepintas dari cuplikan kisah di atas menggambarkan pemahaman kader dari sisi organisatoris. Bahwa umumnya siswa atau masyarakat masih melihat kader itu adalah pengurus di organisasi. Memang benar, kader merupakan jantung suatu organisasi. Kader juga berarti anggota inti yang menjadi bagian terpilih dalam lingkup dan lingkungan pimpinan serta mendampingi di sekalian kepemimpinan.  Melihat fenomena di atas, saya jadi teringat perkataan (alm) Malik Fadjar. Bahwa memaknai kader jangan hanya dilihat dari sisi organisatoris. Kader juga bisa dilihat dari sisi ideologi, orang yang masih satu ideologi Muhammadiyah sebenarnya adalah kader Muhammadiyah juga. Ini menarik, karena seringkali saya menjumpai orang-orang yang di luar organisasi Muhammadiyah, namun dari sisi ideologi sejalan dengan ideologi Muhammadiyah. Berbicara terkait perkaderan tidak lepas dari membicarakan manusia. Manusia itu memiliki fungsi individu dan fungsi sosial. Manusia juga memiliki potensi. Perkaderan hakikatnya merupakan sebuah proses pendidikan (tarbiyah). Pendidikan perkaderan dalam Muhammadiyah diarahkan untuk mengembangkan seorang sebagai manusia yang berpotensi, berenergi positif, kreatif dan luar biasa sehingga tumbuh menjadi manusia yang mampu mengemban tugas kekhalifahan di muka bumi. Proses perkaderan yang dikembangkan, diharapkan menghasilkan perubahan perilaku dan tindakan. Perubahan tersebut diawali dari perubahan cara berpikir, ide, pencerdasan akal, dan pencerahan. Proses kaderisasi di Muhammadiyah dilaksanakan melalui beberapa jalur. Ada jalur keluarga, jalur amal usaha, jalur organisasi otonom, dan jalur program khusus seperti Majelis Pendidikan Kader (MPK). Jenis perkaderan setidaknya ada dua. Pertama, perkaderan utama dengan ciri standar kurikulum baku dan standar operasional yang telah ditentukan. Kedua, perkaderan fungsional. Di perkaderan fungsional tidak ditetapkan standar kurikulumnya secara baku dan sifatnya adalah sebagai pendukung perkaderan utama. Kader organisatoris yang ada di persyarikatan tentu jelas dan secara ideologi tidak bisa lepas. Namun, bagi orang yang di luar organisasi tetapi memiliki ideologi Muhammadiyah perlu juga “disapa” untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah yang lebih luas. Wadah organisasi tentu tidak bisa menampung semua orang-orang “ideologis” Muhammadiyah. Perlu sekiranya jembatan penghubung yang menghubungkan kader-kader “ideologis” di luar organisasi dengan Muhammadiyah. Ideologi Muhammadiyah merupakan sistem keyakinan, cita-cita, dan arah perjuangan yang memiliki tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Ideologi tersebut berisi Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), Kepribadian Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Khittah Perjuangan Muhammadiyah, serta keputusan-keputusan resmi Muhammadiyah  yang akan membina kualitas iman takwa dan berpengaruh terhadap perilaku dan etos kerja.    Kader Muhammadiyah merupakan bagian dari usaha membangun peradaban kemanusiaan. Hal ini perlu menjadi kesadaran sejak awal ketika bermuhammadiyah. Sehingga, kader Muhammadiyah bisa memberikan warna peradaban dengan warna Muhammadiyah yang memberikan pencerahan dan kemajuan masyarakat. Dengan demikian, sangat penting dan strategis memperkuat ideologis kader baik melalui proses perkaderan formal, informal maupun non formal untuk membangun ikatan batin kuat antara kader dengan Muhammadiyah. Kembali ke awal tulisan, ketika saya menjelaskan karakteristik gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid baik bersifat purifikasi maupun reformasi, kompak seluruh siswa menyetujui dan bersedia ambil bagian dalam gerakan tersebut sesuai bakat dan kemampuan masing-masing. Ini sebagai cerminan, bukankah berpaham Islam berkemajuan, cerdas berilmu, etos kerja tinggi, berjiwa Al-Ma’un bagian dari karakter utama orang Muhammadiyah? Berjam’iyah (berorganisasi) dan berjama’ah (berkomunitas) merupakan salah satu ciri khas orang Muhammadiyah. Segenap kader (pengurus organisasi) selain mengurus perkaderan formal yang berjenjang, ada baiknya menggalakkan komunitas untuk “merawat” kader-kader ideologis yang belum tergerak menjadi pengurus (struktural) organisasi dan atau karena memang untuk menjadi pengurus juga terbatas tempatnya. Sehingga, pengembangan perkaderan secara kultural melalui komunitas berdasarkan minat bakat penting juga dilakukan, terutama di jalur AUM sekolah menengah. Sekolah adalah salah satu bentuk dakwah kultural dari Muhammadiyah. Realitas yang saya tulis di awal wajar terjadi. Sekarang tinggal bagaimana kita “merawat” kader-kader ideologis yang berproses di sekolah Muhammadiyah agar memiliki ikatan batin kuat dan kedepannya mereka dengan sukarela dan aktif di Muhammadiyah. Gerakan perkaderan secara kultural bisa dilakukan dengan melibatkan para kader secara  nonformal maupun informal dalam rangka penguatan ideologi untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah secara luas. Ditulis oleh Hendro Susilo Humas SMA Muh PK

Komunitas Sekolah, Sebagai Kaderisasi Muhammadiyah Read More »

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Resmikan Komunitas Riset sebagai Media Berpikir Kritis

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta meluncurkan komunitas riset yang dinamakan Social Experiment PK (SOXEKA). Peresmian dilakukan Hendro Susilo selaku Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Sekolah SMA Muhammadiyah PK, pada Selasa (23/8/2022). Hendro menyambut baik lahirnya komunitas riset siswa serta memberikan dukungan kepada siswa-siswi untuk mengembangkan kemampuan dalam hal riset. Komunitas Riset dibentuk dengan tujuan untuk melatih anak-anak agar dapat berpikir secara ilmiah, berpikir sistematis, analitis dan kritis,” ujar Hendro Dikatakan, pembentukan komunitas ini merupakan langkah baik bagi para siswa, karena bisa dijadikan wadah bagi siswa untuk berlatih berpikir kritis dan analitis, sekaligus sebagai wadah berdiskusi. Ia menekankan pentingnya riset dalam kehidupan manusia. Sebab, dengan adanya riset maka kehidupan dapat menjadi lebih maju serta lebih mudah. Riset mengajak kita untuk berpikir ilmiah, berpikir kritis, menemukan masalah dan menemukan solusi,” imbuh Hendro. Peresmian Komunitas Riset SMA Muhammadiyah PK juga dirangkai dengan kegiatan Seminar Penelitian untuk memberikan bekal wawasan kepada siswa-siswi mengenai penelitian atau iset. Seminar penelitian mengundang narasumber dari ahlinya,  yaitu Panggio Restu Wilujeng, SSos, Msi, seorang dosen di Universitas Bangka Belitung. Dalam kesempatan itu, Panggio manyampaikan bahwa riset atau penelitian memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Menerapkan pola hidup riset adalah hidup dengan berpikir ilmiah. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh, seseorang dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan diri sendiri secara efektif. Selain itu, berpikir ilmiah dapat memanfaatkan ide serta pengalaman menjadi sebuah temuan yang juda dapat bermanfaat bagi orang lain. Ari Humas SMA Muh PK

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Resmikan Komunitas Riset sebagai Media Berpikir Kritis Read More »

Keberagaman Kota Solo di Mata Siswa-Siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta

Berita Sebagai salah satu kota besar yang menjadi salah satu tujuan pariwisata, Pasar Klewer menjadi salah satu icon tempat mencari oleh-oleh baik pakaian, bahan kain, perlengkapan rumah tangga, cendramata, maupun makanan khas. Klewer, pasar yang berkembang sejak tahun 1942-1945 dan semakin berkembang hingga tahun 1968 ini nyediakan berbagai macam jenis kain dan pakaian. Ciri khas dari Pasar klewer adalah terdapat berbagai macam jenis batik antaranya batik tulis Solo, batik cap, batik antik keraton, batik pantai keraton Solo dan batik putri solo. Selain itu, ada berbagai jenis kahs batik dari Yogyakarta, Pekalongan, Banyumas, Madura, Betawi dan kota-kota lainnya. Tak hanya itu, pasar klewer juga menawarkan berbagai macam kuliner khas dan oleh-oleh  seperti Selat Solo, Pecel Gender, Serabi, da nada beberapa jajanan/ oleh-oleh khas daerah lain, yaitu dodol Garut, Enting-enting Salatiga, Wingko Babat Solo, Bakpia Patuk Jogja, dan Brem Madiun. Berdasarkan hasil pengamatan melalui program project Bhinneka Tunggal Ika yang dilaksanakan di Surakarta, Nadhifa Raudha siswi kelas sepuluh SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengungkapakan bahwa Kota Solo merupakan salah satu gambaran kecil keberagaman Negara Indonesia yang rukun dan bersatu. Walau terdapat perbedaan-perbedaan dari segi kebudayaan, masyarakat Indonesia tetap satu. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan dan analisisnya di Pasar Klewer, Nadhifa menemukan terdapat keberagaman makanan di Solo dan keberagaman cendramata, yaitu Barongsai Cirebon, Topeng Reog Ponorogo, serta Blangkon Solo. Kebergaman cendramata tersebut merupakan salah satu implementasi dari kebergaman budaya-budaya yang ada di Indonesia dan diterima dengan baik oleh seluruh Masyarakat Indonesia.

Keberagaman Kota Solo di Mata Siswa-Siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta Read More »

Meskipun PTM Terbatas, Tidak Mengurangi Keseruan Belajar Siswa

Solo. Pembelajaran kreatif dan menyenangkan bisa menjadikan siswa antusias belajar meskipun dalam keadaan tatap muka terbatas. Kondisi dan situasi masa pandemi tidak menjadi penghalang sekolah  dan guru dalam usaha menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Hal ini tampak pada salah satu ruang kelas di SMA Muhammadiyah program Khusus Kottabarat Surakarta. Pagi itu, Jumat (07/01/2022) di ruang laboratorium IPA sedang berlangsung pembelajaran Biologi dengan tema sitem pernafasan manusia. Terlihat salah satu siswa kelas XI Mipa, Zaed sedang melakukan praktek sistem pernafasan manusia di depan teman-temannya. Zaed menjelaskan bahwa pernafasan itu merupakan proses pertukaran gas dari mahluk hidup dengan gas di lingkungan. Termasuk proses respirasi dijelaskan juga oleh Zaed. Bahwa respirasi merupakan perombakan bahan makanan menggunakan oksigen. Dalam pertemuan KBM Biologi ini, siswa diajak praktek pernafasan dada dan pernafasan perut. Sementara itu, M Firman Cahya Permana selaku guru Biologi mengatakan kepada tim humas bahwa pembelajaran dengan tema sistem pernafasan manusia akan menarik jika siswa juga melakukan praktik. Guru sebagai fasilitator,harus mampu menyajikan desain pembelajaran aktif dan menarik agar siswa mampu memahami dan menguasai materi, ujar Firman. Visualisasi materi dan praktik langsung bagi siswa akan berdampak pada pemahaman materi yang lebih baik jika dibandingkan dengan hanya hafalan saja. Terlebih kondisi pembelajaran tatap muka yang terbatas saat ini, guru tidak boleh kehabisan ide dalam desain proses pembelajaran siswa, pungkas Firman.

Meskipun PTM Terbatas, Tidak Mengurangi Keseruan Belajar Siswa Read More »

Berlatih Menulis di Media Massa

Solo. Kelompok siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat yang tergabung dalam wadah jurnalistik melakukan sharing bersama Mutia. Mutia adalah seorang pembimbing siswa yang berkecimpung di dunia penulisan karya. Pada kesempatan hari Sabtu (8/1/2022) Mutia membersamai sejumlah siswa SMA Muh PK Kottabarat untuk sharing sekaligus berlatih menulis di media massa. Kepada tim humas, Mutia menyampaikan bahwa dia mendorong dan memotivasi siswa, khususnya siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat untuk menghasilkan karya tulis, baik itu puisi, artikel atau cerita pendek yang diterbitkan di media massa. Terutama di media yang menyediakan fasilitas pada publik untuk membagi tulisannya, ujar Mutia. Pada kesempatan pertemuan secara online tersebut, Mutia menyampaikan bahwa dengan kita menulis, kita bisa berbagi inspirasi dengan orang lain dan akan mendatangkan manfaat yang luar biasa. Selain menginspirasi, budaya menulis karya merupakan bagian dari ciri masyarakat maju, dimana literasi berkembang pesat dan menjadi kebiasaan di masyarakat. Semoga siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mampu memberikan warna terhadap literasi di masyarakat, demikian harapan Mutia kepada siswa.

Berlatih Menulis di Media Massa Read More »

MONITORNG KESIAPAN PTM 100% DI SMA MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS KOTTABARAT SURAKARA

SOLO- Selasa (18/01) Dalam rangka meninjau kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatam muka 100% di Wilayah Surakarta. Agus Catur Nugraha staff seksi SMA cabang dinas 7 wilayah surakara melakukan monitoring kesiapan PTM 100% di di SMA Muh Pk Surakarta. Pelaksanaan monitoring bertujuan untuk meninjau bagaimana kesiapan dan pelaksanaan Pembelajaran Tatam Muka 100%  di SMA Muh PK Surakarta. Beberapa hal penting yang harus dipenuhi oleh sekolah diantaranya dokumen Perijinan dan kerjasama dengan dinas terkait, kesiapan fasilitas sarana prasarana, serta pelaksanaan pembelajaran yang mengutamakan protocol kesehatan. Selain meninjau kelengkapan dokumen dan kesiapan lapangan, Bapak Agus Catur didampingi Upik Mairina kepala sekolah SMA Muh PK serta  tim satgas gugus Covid SMA Muh PK juga meninjau pelaksanaan PTM di kelas. Pada kesempatan tersebut, Bapak Agus menanyakan kesiapan siswa dari mulai sarapan, keberangkatan, serta mengenai kondisi kesehatan. Bapak Agus juga memberikan masukan serta arahan kepada siswa-siswi untuk selalu menjaga kesehatan, melaksanakan prokes, serta menjaga kebersihan. “kepada anak-anak kami semua, jangan lupa selalu menjaga kesehatan, awali kegiatan dan aktivitas dengan sarapan. Kami juga menghimbau kepada anak-anak, apabila masker yang tidak lagi dipakai, silakan untuk disobek atau digunting, selanjutnya dimasukan ke tempat sampah. Agar tidak terjadi penumpukan sampah masker di sekolah.” Ujar Agus Pada akhir kegiatan, Bapak Agus menyampaikan hasil pelaksanaan monitoring bahwa kesiapan PTM 100% di SMA Muh PK sudah sesuai dengan daftar periksa.

MONITORNG KESIAPAN PTM 100% DI SMA MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS KOTTABARAT SURAKARA Read More »

SMA Muhammadiyah PK Gelar Try In PTM dengan Computer Based Test (CBT)

Solo- Pamdemi covid pada tahun 2019 mengakibatkan perubahan sistem yang terjadi di Indonesia, termasuk pada pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. Untuk mengantisipasi tersebarnya covid-19, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan memutuskan untuk melaksanakan proses pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Setelah hampir 2 tahun melaksanakan pembelajaran jarak jauh, akhirnya pada awal pembelajaran semester dua tahun 2022, beberapa sekolah di seluruh daerah di Indonesia diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka 100% dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur. Diperbolehkannya sekolah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka berdasarkan oleh Keputusan Bersama 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta merupakan salah satu sekolah yang telah diijinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung memanfaatkan momentum ini untuk menyelenggarakan Try In tatap muka untuk kelas sepuluh dan kelas sebelas. Muhammad Firman Permana selaku ketua pelaksana Try In menjelaskan bahwa Try In adalah kegiatan ulangan harian terstruktur mata pelajaran UTBK yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. ”Tahun ini kegiatan try in dilaksanakan secara tatap muka di Sekolah dengan menggunakan Computer Based Test (CBT) , Platform ujian ZYA berbasis Token” Ujar Permana. Permana menambahkan ada sepuluh mapel yang diujikan dalam kegiatan Try In, yaitu B. Indo, B. Inggris, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan Sosiologi. “Try In merupakan bagian dari evaluasi formatif yang merupakan proses pengukuran dan testing,  dipakai oleh Guru dalam Uji kepemahaman Siswa” tambahnya Harapannya dengan dilaksanakannya try in dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperoleh data tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Sehingga dapat menjadi bahan evaluasi guru dalam memfasilitas belajar siswa-siswi serta meningkatkan minat siswa agar lebih giat belajar dan mampu meraih pemahaman maksimal untuk menunjang pencapaian kompetensi di masing-masing mata pelajaran UTBK.

SMA Muhammadiyah PK Gelar Try In PTM dengan Computer Based Test (CBT) Read More »

Ekskul Bahasa Jepang: Kearifan Lokal Keunggulan Global

Dalam kehidupan di zaman yang maju seperti sekarang ini, modernisasi merupakan hal yang sulit dihindari. Kearifan lokal ada dalam setiap aktivitas yang dilakukan masyarakat seperti kegiatan religi, adat kebiasaan, budaya, dan etika masyarakat berdasarkan nilai-nilai luhur yang sudah membudaya. Upaya untuk menanamkan pada generasi muda terkait pelestarian budaya sambil melihat khazanah budaya global penting dilakukan agar terbentuk generasi yang “berpikir global bertindak lokal”.

Ekskul Bahasa Jepang: Kearifan Lokal Keunggulan Global Read More »